Lima Catatan Keprihatinan Beliadi Selama Reses Masa Sidang I DPRD Prov. Kep. Babel di Beltim

by -
Lima Catatan Keprihatinan Beliadi Selama Reses Masa Sidang I DPRD Prov. Kep. Babel di Beltim
Anggota DPRD Prov. Kep Babel, Beliadi, S.IP, (barisan depan - empat dari kiri) dalam kegiatan Reses Masa Sidang I pada salah satu sekolah di Belitung Timur.

Ketiga, konsep penataan Pantai Punai. Menurut Beli, Pantai Punai yang indah dengan pasir putih dan air laut yang jernih, ditambah dengan uniknya bebatuan, malah dirusak dengan pemasangan talut beton. Ia berpendapat, pemasangan talut tersebut sebetulnya tidak diperlukan.

Keempat, Jalan provinsi yang sempit dan banyak rusak serta lampu jalan yang tidak menyala. Hal ini berakibat pada tingginya angka kecelakaan.

Kelima, Sarana prasarana sekolah yang masih jauh dari kata ideal. SMK Simpang Renggiang tidak memiliki pagar dan musala. Bahkan tulisan nama sekolah pun masih pakai papan; SMA Simpang Pesak hampir tidak memiliki sarana olahraga. Selain itu, ada di beberapa sekolah SDM TU dan Bendahara yang masih dikerjakan secara rangkap oleh guru. Dan, ada pula bangunan sekolah rusak (retak). Bahkan, ada musala yang tidak mengarah ke kiblat di SMK Dendang. Selanjutnya prasarana pagar SMA Damar baru sebagian dan belum memiliki ruangan pertemuan .

Sehubungan dengan lima catatan kecil di atas, Beli mengaku prihatin. Ia juga menyampaikan, bahwasannya unek-unek tersebut merupakan tanggung jawabnya selaku wakil rakyat.

“PR (Pekerjaan Rumah) besar saya untuk memperjuangkan ini. Jujur, saya merasa sangat sedih dan kecewa dangan yang saya temui dan atas keadaan yang terjadi,” ungkap Beli sembari menambahkan, semoga pelabuhan barang dan jasa yang akan dibangun di Kecamatan Dendang Beltim segera teralisasi. “Saat ini masih terkendala RZWP3K yang super lambat,” imbuhnya.   (red/rel)

Editor: Subrata

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *